Mengatasi Bau Mulut Yang Tidak Sedap

Mulut yang berbau tidak sedap. Sangat mudah untuk mengatasi dan menghilangkan bau mulut, sekaligus menjaga gigi dan gusi tetap sehat.

Beberapa cara untuk menghilangkan bau mulut yang tidak sedap.

1. Minum Banyak Air Putih

Pernahkah anda merasakan ketika baru bangun tidur terdapat aroma yang tidak sedap yang keluar dari mulut? Itu disebabkan oleh kurangnya produksi air liur saat sedang tidur. Produksi air liur yang sedikit ini memicu datangnya bakteri, yang kemudian dapat menghasilkan senyawa sulfur (belerang) sehingga menyebabkan bau tidak sedap dari mulut.

Cara mudah dilakukan untuk mengatasi bau mulut yakni dengan minum banyak air putih, terlebih ketika kita bangun tidur. Dikarenakan bakteri yang menyebabkan napas anda berbau tidak sedap mempunyai sifat yang anaerobik, artinya bakteri tersebut akan tumbuh subur dalam suasana yang kering.

2. Bersihkan Lidah Anda

Lapisan pada lidah menjadi salah satu rumah bagi bakteri penyebab bau mulut. Untuk menghilangkan bau mulut dengan sangat cepat, bersihkan lidah anda dengan sikat gigi anda.

Jika anda memiliki sikat gigi yang terlalu besar untuk menyentuh lidah, cobalah pengikis. Alat tersebut yang di buat khusus untuk membersihkan area di permukaan lidah, mampu menghilangkan bakteri pada lidah dan sisa-sisa makanan.

3. Buang Kebiasaan Merokok

Rokok tidak hanya menyebabkan kanker, kebiasaan merokok juga dapat merusak gusi anda, menyebabkan bau mulut, dan merusak gigi.

4. Makan Buah

Buah selain bermafaat untuk melancarkan metabolisme, ternyata buah juga dapat aktif dalam menghambat aktivitas bakteri penyebab bau mulut. Contoh buah apel dengan kandungan polifenol yang sangat ampuh untuk membasmi bakteri sekaligus membantu menghilangkan senyawa atau gas yang berbau.

Jenis bauh yang kaya akan vitamin C seperti jeruk, mangga, jambu, stroberi, dan anggur juga dipercaya menghasilkan asam pada mulut guna mencegah bakteri berkembang.

Faktor dan Penyebab Leukemia

Leukemia atau Kanker darah merupakan kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Sel darah putih merupakan sel darah yang berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap penyakit. Sel darah putih ini terbentuk oleh sumsum tulang belakang.

Hal tersebut dapat mengacaukan produksi darah merah dan trombosit berfungsi untuk pembekuan darah.

Ada 4 tipe kanker darah atau leukemia, Namun Acute Myelogenous Leukemia (AML) adalah salah satu tipe yang banyak diderita oleh kebanyakan orang.

Faktor Resiko dan Penyebab Leukemia

Penyebab leukemia pun masih terbilang belum sangat jelas. Tidak jarang, banyak yang berpendapat leukemia disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan.

Meskipun belum dapat memastikan bahwa gen tertentu adalah penyebab leukemia. Namun, dalam genetik pada DNA bisa memengaruhi perubahan sel darah sehingga seseorang mudah terkena penyakit ini.

Umumnya penyakit leukemia dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko tersebut.

* Kelainan Genetik

Leukemia juga dapat terjadi akibat adanya kelainan genetik atau cacat lahir genetik. Salah satunya down syndrome yang mempunyai resiko lebih besar terserang penyakit leukemia.

* Sinar Radiasi

Radiasi pada seseorang yang menjalani pengobatan kemoterapi pada penderita kanker, dianggap menjadi salah satu pemicu menderita leukemia.

* Merokok

Kebanyakan penyakit yang disebabkan melalui kebiasaan merokok, tidak tekecuali leukemia. Merokok dapat meningkatkan resiko seseorang menderita leukemia tipe Acute Mylegenous Leukemia (AML).

* Keturunan

Faktor keturunan juga dapat dianggap mempunyai potensi yang tinggi menderita leukemia. Apabila salah satu keluarga mengidap penyakit ini, besar peluang seseorang menderita hal yang sama.

Gejala Penyakit Leukemia

Leukemia memiliki gejala yang bermacam-macam. Tidak semua gejala didapat oleh penderita leukemia. Namun kamu harus waspada, karena gejala cenderung hampir mirip dengan penyakit umumnya seperti demam dan sakit kepala.

Beberapa gejala-gejala yang harus kamu perhatikan:

– Demam

– Sering merasakan lelah dan letih

– Rasa nyeri pada tulang

– Berat badan yang menurun

– Pembengkakan pada kelenjar gentah bening, hati dan limpa

– Menggigil disertai infeksi

– Muncul bintik merah pada kulit

– Berkeringan yang berlebihan pada saat malam hari

Adapun cara dapat dilakukan untuk mengatasi leukemia.

– Terapi biologis

– Terapi terfokus

– Radioterapi

– Kemoterapi

– Transplantasi sel

Sebelum melakukan beberapa terapi di atas, kamu akan menjalankan pemeriksaan dan konsultasi secara berkala dengan dokter.