Tuchel Yakin PSG Bisa Menang Walau Tanpa Neymar dan Verratti

Tuchel Yakin PSG Bisa Menang Walau Tanpa Neymar dan Verratti

Seputar Bola – Thomas Tuchel yakin Paris Saint-Germain dapat mengatasi permainan walau tanpa Verratti dan Neymar yang mengalami cedera.

Neymar tertatih-tatih kesakitan saat jalan keluar dari lapangan setelah mendapat kemenangan 2-0 melawan Strasbourg di Piala Prancis. Ia terluka karena di tekel pemain tengah Moataz Zemzemi.

PSG mengeluarkan pernyataan pada hari Kamis untuk mengkonfirmasi bahwa Neymar cedera metatarsal yang sama di Februari lalu dalam kemenangan Ligue 1 atas Marseille.

Dengan demikian, pemikiran para penggemar dan pakar dengan cepat beralih ke pertandingan babak 16 besar Liga Champions PSG mendatang dengan Manchester United, ketika pasukan Tuchel bertandang ke Old Trafford pada 12 Februari.

Tuchel masih belum bisa jelaskan tentang seberapa serius cedera Neymar, dan ketika dia meratapi situasinya, dia yakin mereka bisa menanganinya sebagai satu regu, dengan Verratti yang sudah keluar karena masalah pergelangan kaki.

“Dia telah menjalani pengobatan pada hari Jumat. Dia cukup sedih dengan keadaannya dan kami juga begitu, Namun kami terus mencoba membuatnya tertawa, agar dia tidak depresi dengan cederanya tersebut.”

“Mereka adalah pemain luar biasa dengan kualitas hebat. Kami sangat merindukan dia untuk di lapangan, dia tidak ada yang tergantinya, sekarang kami sedang berpikir untuk menemukan masalah ini. Namun, kami adalah tim yang terbaik.”

Salah satu pemain yang berpotensi meredakan kekalahan Verratti jika ia absen untuk sementara waktu adalah Leandro Paredes.

Pemain internasional Argentina hampir bergabung dengan Zenit, dengan Tuchel berharap itu dapat diselesaikan pada hari berikutnya atau lebih.

“Belum selesai, aku tidak bisa terlalu banyak bicara tentang Leandro,” kata Tuchel. “Transfer ini harus ditutup selama akhir pekan. Aku harus menunggu.”

Liga Champions: Paris Saint-Germain Vs Liverpool

Paris Saint-Germain 2-1 Liverpool di Liga Champions

Seputar Bola – Dalam Laga Liga Champions, Paris Saint-Germain sukses membalas kekalahan di september lalu saat melawan Liverpool di Parc des Princes (29/11) Dini hari.

Asuhan Thomas Tuchel sukses mencetak dua gol yang masing-masing di cetak oleh Juan Bernat dan dan Neymar. Sedangkan Asuhan Jurgen Klopp hanya mampu jebol gawang PSG dengan satu gol melalui hadiah penalti yang di cetak oleh James Milner.

Dengan kekalahan tersebut Liverpool akan bertemu pertandingan selanjutnya melawan Napoli dan mereka wajib mendapatkan hasil kemenangan jika ingin melanjutkan ke babak 16 besar.

Saat ini Timnas PSG mengumpulkan delapan poin dan menduduki peringkat kedua Grup C, sedangkan Liverpool ada di bawah PSG dengan enam poin. Dan untuk Napoli berada di peringkat pertama klasemen Grup C dengan mengumpulkan sembilan poin.

Napoli, di waktu pertandingan yang sama mereka sukses mengalahkan FK Crvena Zvezda dengan Skor 3-1.

Berjalan Pertandingan Liga Champions

Pada waktu berjalan pertandingan babak pertama, Tim tuan rumah bermain sangat baik dan sangat percaya diri, tidak butuh waktu lama bagi anak-anak ibu kota Prancis itu untuk menjebol gawang Liverpool.

Tepat di menit ke -13 PSG sukses unggul 1-0 melalui tendangan Juan Bernat atas kesalahan Virgil van Dijk yang gagal menghalau bola.

PSG yang sudah berada di atas angin terus menyerang lawan, Alhasil gol kedua pun tercipta oleh Neymar di menit ke -37. berawal dari serangan kiri lalu di berikan ke Cavani yang gagal memasukan bola, Namun bola tersebut malah jatuh ke arah Neymar saat itu di depan gawang sehingga dengan mudah ia menyelesaikannya.

Dengan hasil gol tersebut, Neymar sukses mendapatkan rekor Gol Terbanyak dengan 31 gol di Liga Champions, mengalahkan rekor sebelumnya yaitu Kaka.

Jurgen Klopp yang sudah kalah 2-0 dari lawannya mencoba untuk mengejarnya. sebelum babak pertama habis mereka sukses menjebol gawang PSG melalui hadiah penalti setelah Angel Di Maria menjatuhkan Sadio Mane.

James Milner yang menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya dengan mulus dan memperkecil skor menjadi 2-1, babak pertama pun berakhir.

Masuk di babak kedua Liverpool terus mencoba menyamai skor, Akan tetapi segala upaya yang di keluarkan mereka tidak mampu menjebol pertahanan kuat PSG, sehingga menghasilkan skor akhir dengan 2-1 untuk kemenangan Paris Saint-Germain di Liga Champions.

Buffon Tidak Mau Ketemu Juventus Di Final Liga Champions

Buffon di final Liga Champions

Seputar Bola – Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Bianconeri selama musim panas setelah 17 tahun bersama, mantan penjaga gawang Juventus, Gianluigi Buffon, berharap tidak ketemu mereka kembali di final Liga Champions.

Gianluigi Buffon berharap final Liga Champions potensial antara Paris Saint-Germain dan Juventus tidak terwujud karena ia tidak bisa menghadapi sakit hati pada mantan klubnya itu.

Buffon menukar Turin dengan PSG pada bulan Juli setelah 17 tahun bersama Bianconeri, di mana selama itu kiper legendaris sudah memenangkan sembilan gelar Liga Serie A.

Keberhasilan Eropa menghindari dia dengan Juventus , meskipun, dengan Buffon menyelesaikan runner-up pada tiga kesempatan, termasuk dua kali dalam empat musim terakhir.

Banyak yang mengharapkan Juve untuk masuk ke dalam kompetisi lagi setelah dua kemenangan dari dua di Grup H, dengan PSG Buffon juga di antara mereka yang cenderung menantang .

Reuni mungkin dengan mantan klubnya akan disambut oleh Buffon, meskipun tidak jika itu di final di Madrid pada 1 Juni.

“Tidak, Saya tidak ingin menghadapi Juve di final,” katanya kepada Gazzetta dello Sport .

“Saya tidak ingin kegembiraan saya menjadi konsekuensi dari kesedihan mantan rekan setim dan penggemar saya.

“Kami sudah berkali-kali menangis bersama. Saya berhak mendapatkan sukacita penuh.

“Jika saya harus menghadapi Juventus, itu lebih baik sebelum final.”

Buffon dan PSG kembali ke pertandingan Liga Champions pada Rabu melawan pemimpin Grup C Napoli, juara Ligue 1 tertinggal dari tim asuhan Carlo Ancelotti dengan satu poin setelah dua pertandingan pembuka.