Menpora Izinkan Judi Dalam Sepak Bola Indonesia

Imam Nahrawi mengizinkan perjudian

Imam Nahrawi atau Menteri Pemuda dan Olahraga telah mengizinkan perjudian dalam pertandingan sepak bola di Indonesia. Menteri yang dari Partai Kebangkitan Bangsa ini langsung mendapat kecaman lantaran dianggap telah menghalalkan perjudian. karena sebelumnya yang kita ketahui di Indonesia ada hukum dari perjudian.

Setelah mendapatkan kecaman berbagai pihak kepada dirinya, Menteri Pemuda dan Olahraga itu langsung membantah pernyataan tersebut.

“tidak mungkin saya mengizinkan perjudian sepak bola di Indonesia. Wong itu bisa merusak prestasi dan fairplay bola di Tanah Air,” katanya melalui pesan singkat

“Sekarang ini kami sedang melawannya, jadi tidak mungkin kami mengijinkannya,” tambah dia.

Ia mengganggap kalau berita dan yang beredar di media masa adalah sebuah rekayasa untuk menjatuhkan-nya.

Namun, segala upaya penjelasan dari Imam Nahrawi ini sudah terlanjur. karena video pernyataan yang di ucapkan nya sudah viral di media sosial. video tersebut terlihat jelas bahwa Imam Nahrawi telah menghalalkan perjudian sepak bola di indonesia saat Seminar dan Diskusi Nasional Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (UI).

Berikut kata-kata video pernyataan Imam Nahrawi yang beredar di media sosial :

Menpora Izinkan Judi Dalam Sepak Bola Indonesia

“Silahkan berjudi, Tapi mohon maaf, ini bukan putusan,”

“Orang berjudi itu merupakan pilihan, kadang juga sebuah keyakinan dan sebagian orang yang berjudi itu karena hobi atau ingin buang sial,”

“Silahkan mereka yang ingin berjudi bola, itu hak mereka semua. Tapi jangan pernah melakukan permainan di dalam lapangan karena bisa membuat skor dilapangan. Cukup di tribun bermain judi online,”

Jadi, apakah perjudian di Indonesia di halalkan? kita tunggu saja kelanjutannya. jika memang itu benar, warga Indonesia tidak perlu lagi berbondong- bondong pergi berjudi ke malaysia dan singapura cukup di Indonesia saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *